Dilihat dari aspek keramahan terhadap lingkungan, bata non-bakar adalah pilihan yang lebih baik dibandingkan dengan bata yang dibakar. Untuk mendapatkan bata non-bakar berkualitas baik, perlu diketahui komposisi optimum bahan dalam proses pembuatannya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan komposisi bahan bata non bakar yang menghasilkan kuat tekan optimum serta mengidentifikasi faktor-faktor apa saja yang berpengaruh secara signifikan terhadap kekuatan tekannya. Ekperimen didesain menggunakan metode desain eksperimen Taguchi, yang merupakan sebuah metode perbaikan kualitas produk pada tahap desain. Pada penelitian ini digunakan 3 faktor yaitu tanah liat, pasir, dan semen, dimana untuk setiap faktor terdiri dari 3 level. Untuk menentukan kombinasi bahan yang diteliti, digunakan matriks orthogonal yang menjadi salah satu pilihan yang tersedia pada metode Taguchi. Bata non-bakar dibuat berdasarkan 9 kombinasi bahan pada matriks ortogonal L9(34) dengan cara mencampur tanah liat, pasir galian, semen, dan air. Proses pencetakan menggunakan meja getar dan ukuran cetakan batanya adalah 22 cm x 10 cm x 5 cm untuk panjang, lebar dan tinggi. Aspek yang menjadi fokus utama atau variabel respon yang diamati adalah kuat tekan bata non-bakar. Berdasarkan hasil analisa terhadap nilai Signal to Noise ratio (S/N Ratio) pada data hasil pengujian kuat tekan bata non-bakar pada umur 7 hari dapat disimpulkan bahwa komposisi optimum bata non bakar yaitu 40.404% tanah liat, 26.26% pasir, dan 33.33% semen, dengan nilai kuat tekan mencapai 54.37 kg/cm2.
Ditulis oleh Nadia Adawi Hidayatunnisa